Minggu, 03 Januari 2016

filsafat hidup



FILSAFAT HIDUP

Hakikat filsafat adalah ilmu yang mempelajari segala sesuatu yang bersifat mendasar, mendalam dan sesuai kodrat manusia. Karena itu pandangan hidup seseorang atau filsafat hidup seseorang merupakan jati diri atau identitas diri orang.

Dalam filsafat kita mengenal :
•      Vitalisme (vital artinya hidup) : Orang tidak dilarang berbuat apapun asal yang diperbuatnya itu berguna untuk hidupnya, meskipun mungkin tidak sesuai dengan aturan yang berlangsung dengan lingkungannya.
•      Theologis (theos artinya Tuhan) : Kriteria yang dipakai aliran ini adalah norma yang berasal dari firman Tuhan. Apabila ada beberapa kriteria yang berlaku pada suatu masyarakat, maka yang harus dianut hanya ajaran Tuhan.

Manfaat mengetahui filsafat hidup :
•      Menolong mendidik,membangun diri sendiri dengan berpikir lebih mendalam dan memberi isi kepada hidup kita sendiri
•      Memberikan kebiasaan dan kepandaian untuk melihat dan memecahkan persoalan-persoalan dalam hidup sehari-hari
•      Memberikan pandangan yang luas dalam membendung egoisme dan egosentrisme
•      Memberikan dasar-dasar baik untuk hidup diri sendiri maupun untuk kepentingan ilmu-ilmu pengetahuan

Filsafat Hidup Rasulullah SAW :
—  Menjadikan diri bermanfaat bagi orang lain
—  Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin
—  Kembali ke jalan yang benar
—  Hidup dalam keseimbangan

ž

Nilai-nilai dan Kehidupan



Nilai-Nilai Dan Kehidupan

Nilai-nilai hidup dan kehidupan merupakan hasil kebudayaan; atau salah satu unsur kebudayaan adalah nilai-nilai hidup dan kehidupan? Kedua-duanya tidak dapat dipisahkan karena mempunyai kaitan erat. Jika kebudayaan dimengerti sebagai hasil cipta manusia untuk memperbaiki, mempermudah, dan meningkatkan kualitas diri; maka nilai-nilai hidup dan kehidupan merupakan hasil kebudayaan. Akan tetapi, jika kebudayaan dimengerti sebagai keseluruhan kemampuan [pikiran, kata, dan tindakan atau perbuatan] manusia; maka nilai-nilai hidup dan kehidupan merupakan unsur-unsur kebudayaan yang digunakan untuk berinteraksi dengan lingkungan dan sesuai sikonnya. Pada interaksi antar manusia, biasanya mencerminkan etika, etiket, dan kata-kata maupun tindakan etis yang ada atau melekat pada diri mereka. Di samping itu, juga memperlihatkan nilai dan norma yang dianut atau diberlakukan dalam hidup dan kehidupannya. Menurut maknanya, etika, etiket, hal-hal etis, nilai, dan norma dapat berlaku atau mempunyai kesamaan secara universal. Akan tetapi, jika diterjemahkan ke dalam bentuk-bentuk kata dan tindakan serta perilaku dalam interaksi antar manusia; maka berbeda sesuai sikon serta lingkungan interaksi itu terjadi. Orang-orang di benua Amerika, Eropa, Asia mempunyai pengertian atau pun pemahaman yang relatif sama tentang etika, etiket, hal-hal etis, nilai, norma. Namun, ada kata-kata, tindakan, dan perilaku keseharian yang telah menjadi kebiasaan orang-orang Amerika dan Eropa yang berbeda dengan masyarakat Asia maupun
                                                                                     
Afrika, dan seterusnya. Dan jika kebiasaan-kebiasaan itu dipraktekkan pada sikon Asia, maka  dianggap [atau pun disebut dan dituduh] tidak etis dan tak sesuai nilai-nilai atau pun norma ketimuran, dan lain sebagainya. Sedangkan hidup dan kehidupan merupakan seluruh aspek yang bertalian dengan manusia serta kemanusiaannya; dalam hubungannya dengan sesama dan Ilahi.

    Jadi, nilai-nilai hidup dan kehidupan merupakan keseluruhan tampilan diri, sikap, kata,
perbuatan manusia sesuai sikonnya. Nilai-nilai hidup dan kehidupan manusia biasanya dipengaruhi oleh masukan-masukan dari luar dirinya sejak kecil. Hal-hal tersebut, antara lain, agama atau ajaran-ajaran agama, biasanya bersifat mutlak; artinya tertanam dan berakarnya nilai-nilai dalam diri seseorang, yang kadang telah menjadi prinsip hidupnya, merupakan akibat dari pemahaman keagamaan yang kuat dan mendalam; dan seringkali ia tidak bisa menjelaskan alasan-alasan mempunyai prinsip [yang mungkin orang lain menganggap sebagai suatu kekakuan], namun karena imannya, ia tetap pada pendiriannya norma atau pun kebiasaan yang berlaku dalam komunitas; norma-norma yang berlaku pada suatu komunitas biasanya bersifat warisan bersama; artinya semua anggota komunitas menyetujui dan mempraktekkannya. Karena merupakan warisan bersama, maka hal itu terus-menerus diturunkan kepada generasi berikut; dan bisa dipakai sebagai salah satu indentitas bersama pada komunitas tersebut; dengan demikian, sampai kapan atau dimana pun ia berada, maka selalu mempertahankan nilai-nilai tersebut pendidikan formal dan informal, disiplin, latihan, bimbingan orang tua maupun guru; semuanya itu merupakan penanaman nilai-nilai yang dilakukan sejak dini oleh orang dewasa ke dalam diri seseorang atau anak-anaknya. Proses penanaman itu dilakukan secara sengaja maupun tidak, dengan tujuan tertanam nilai-nilai luhur, baik, dan benar, yang menjadikan seseorang, dapat diterima oleh sesamanya interaksi sosial yang membawa perubahan pikiran dan tujuan mengungkapkan kata serta melakukan tindakan pengalaman serta wawasan yang didapat karena adanya interaksi dengan orang lain serta keterbukaan menyerap hal-hal baru Dengan demikian, ada kesamaan nilai-nilai hidup dan kehidupan yang ada di suatu komunitas masyarakat;
                                                                                                         
kesamaan yang berlaku dan diterima oleh seluruh anggota komunitas. Hal tersebut, termasuk nilai-nilai keagamaan, berlaku untuk semua umat yang menganut agama. Walaupun demikian, pada masing-masing orang [tiap-tiap pribadi] ada nilai-nilai yang khas, sesuai dengan masukan-masukan yang didapatkannya. Dan bisa saja [seringkali] terjadi, nilai-nilai hidup dan kehidupan pada pribadi seseorang berbeda dengan yang berlaku dalam masyarakat. Nilai-nilai hidup dan kehidupan dalam masyarakat pun mempunyai aneka perbedaan tertentu karena berbagai latar belakang anggotanya. Masukan-masukan [ajaran] keagamaan yang dominan pada seseorang sangat mempengaruhi nilai-nilai hidup dan kehidupannya. Orang yang mempunyai nila-nilai keagamaan yang baik, kokoh, dan kuat, akan menjadikan ia mampu bersifat kritis terhadap hal-hal ada di sekitarnya. Namun, nilai-nilai hidup dan kehidupan yang dominan [karena] ajaran agama tidak boleh menjadikan fanatisme keagamaan yang sempit. Nilai-nilai keagamaan dapat menjadi suatu saringan untuk mampu menahan diri terhadap semua pengaruh buruk. Dengan itu, jika seseorang yang mendapat masukan-masukan ajaran Kristen, maka ia akan mempunyai nilai-nilai kristiani dalam hidup dan kehidupannya.

Aku Bisa Sekolah

AKU BISA SEKOLAH
Rumah tua berdindingkan sulaman bambu, genting berlumut dan berlantaikan tanah. Dengan pohon mangga besar sebagai peneduk dan kamuflase tempat tinggalku. Jeritan, tangisan dan canda tawa adik-adikku penyegar jiwa yang dirundung kenestapaan.Namaku RINA anak pertama dari lima bersaudara, aku duduk di kelas enam SDN CINTA BANGSA, mungkin semua akan terheran dengan banyaknya adikku, ya….adik-adikku duduk dikelas 4 bernama Anto, kelas 2 bernama Rahmat , Jono berumur 5 tahun dan Danu 2 tahun.
“Bu, sekarang sudah sore, biar Nana yang masak nasi ya bu?” ucap Rina. “Ya, nak tapi beras kita habis, kita Cuma punya singkong yang baru ibu ambil dari kebun?” jawab ibu pada Nana. “Biar Nana yang rebus ya bu?” menuju ke dapur.“Terima kasih nak?” sambil mengusap air matanya.
Bapak pulang dari pangkalan becaknya dengan muka kesal sambil marah- marah karena hari ini ia tidak dapat penumpang.
” Apes, bener- bener apes Aku hari ini?” menggaruk- garuk kepala. ”Apes kenapa toh pak?” Ibu penasaran. ”Seharian Aku mangkal, takku dapat penumpang satupun?”duduk bersandar. ” Belum rejeki kita pak?” ibu mengucapkan dengan lembut penuh pengertian. ” Jangan sok menceramahi bapak, bu! udah sekarang bapak mau mandi dulu!” pergi menuju Dapur. “Sekalian nanti kita shalat bareng ya pak?”. “Bapak, cape bu! Bapak mau langsung tidur” teriak bapak dengan lantang.
Malam ini keluargaku hanya makan sepotong singkong rebus, setelah usai menunaikan solat magrib dengan Ibu sebagai imam.
Keesokan harinya, sang ibu menangis dalam hati mendengar adik- adik Rina kelaparan, untung masih ada sisa singkong rebus semalam 2 potong dan dibaginya menjadi empat potong untuk si kecil. Rinapun tak sanggup menahan air matanya. “Maaf ya nak bagian untuk mu tidak ada?” ucap ibu sedih.“ Tak apa bu, Nana semalam niat untuk berpuasa!” mata Nana berkaca.“Syukurlah, mudah- mudahan puasamu barokah nak!” sambil berdoa dalam hati.“Amin…bu! Nana berangkat dulu ya bu” mengecup tangan ibu dan keluar rumah.
Dengan mengusap air mata Nana melangkahkan kakinya keluar rumah. Di dalam rumah ibu berfikir dari pada berdiam diri lebih baik memanfaatkan tenaganya untuk bekerja. Ya… bekerja apa saja yang penting halal dan bisa mengisi perut anak- anak. Jika menggantungkan diri pada Bapak kita akan mati kelaparan.Seketika setelah ketiga anaknya berangkat sekolah ibu membawa kedua buah hatinya yang lain pergi kesuatu tempat.
 “Sudah seminggu ini kamu pergi kemana saja bu, pulang selalu larut malam?” Tanya bapak.“ Ibu bekerja pak, mencari nafkah untuk makan anak- anak!” duduk untuk beristirahat. “ Bekerja?” dengan kagetnya. ”ya pak, ibu bekerja, ibu tidak bisa mengandalkan bapak yang selalu malas-malasan dan tidak pernah berhenti dari judi” keluh ibu. Bapak terduduk dan merenung “maafkan bapak, bu!”. “Sudahlah pak! anak- anak sudah mulai besar, kebutuhan mereka semakin banyak, bapak mengizinkan pekerjaan ibu inikan?”: ”Baiklah bu, selama ibu ikhlas menjalankannya dan bapak janji akan mencari uang juga agar anak- anak kita bisa makan dan sekolah tinggi.”.
Ketika jam istirahat Rina dan teman- temannya berbincang-bincang mengenai ujian yang akan mereka hadapi dan sekolah menengah yang akan mereka pilih. ”Na, kamu mau melanjutkan sekolah SMP kemana?” Tanya Riana. “Tidak tahu yan, makan saja susah apalagi untuk melanjutkan sekolah?” jawab Rina. “Kamu jangan patah semagat dong Na, kamu kan pintar, sayang kalau tidak melanjutkan sekolah!” memberi semangat. “Saya juga maunya seperti itu ingin sekolah tinggi biar bisa beliin ibu dan adik-adik rumah bagus!” seru Rina. “Wahhhhh…cita-citamu mulia banget Na!” Ujar Riana. “Aku salut na sama kamu!” kata Maria. “Aku saja belum kepikiran?” ucap Riana. “Jelas aja ga kepikiran otakmu kan kosong!” Santi tertawa dengan lepas. Semua anakpun ikut tertawa.
Jam istirahat telah habis bel masukpun berbunyi. Ibu Sinta masuk kelas dan memberikan materi untuk menghadapi ujian 3 bulan lagi.” Anak- anak kalian harus rajin belajar untuk menghadapi ujian tiga bulan lagi!” kata Ibu Sinta.Iya, bu!’ jawab siswa serempak. “Ibu punya kabar gembira buat kalian!”. Semua siswa penasaran dibuatnya. “kalian pasti penasaran! yayasan Peduli Bangsa akan mengadakan lomba cerdas cermat sekecamatan, semua mata pelajaran akan dilombakan dan tiap sekolah harus mengirimkan satu wakilnya dari kelas enam untuk             mengikuti perlombaan itu!”.”Nana bu!”Semua siswa serentak mengumandangkan Nana. “Ya kalian benar sekolah kita akan mengirimkan Nana untuk mengikuti lomba tersebut dan ibu yakin kita akan menang!”.”Saya bu?” Tanya Nana. “Ya kamu Na! Sapa lagi anak yang terpandai di sekolah ini!”. “Ya,,, jelas RINA PRATAMI!”  Riana Merangkul. “Kamu siapkan Na! demi sekolah ini” pinta Ibu Sinta.” baiklah bu, saya akan menjalankan amanat dengan baik!”. “Baguslah…. Itu baru sahabatku………he” Riana tertawa bangga.
Dengan melihat semangat ibu yang tinggi, bapak sebagai kepala rumah tangga menjadi sadar dan menjauhkan diri dari hal- hal yang dilarang agama. Bapak sudah mulai giat bekerja, bekerja apapun yang penting halal. Terkadang bapak bekerja sebagai kuli di pasar, mengecat tembok tetangga, mengali sumur bahkan jika menarik becak sedang sepi bapak memanfaatkan tenaganya untuk menanam singkong di kebun. Keluarga terutama ibu sangat bahagia melihat perubahan yang bapak lakukan. Aku tak tahu mengapa dan kapan yang terpenting bagiku keluargaku bahagia dan aku tetap bisa sekolah.
Senja memadam dengan datangnya rembulan. Bapak datang membawakan kami sesuatu dengan bungkusan yang ia bawa.“Assalamualaikum…..” Bapak membuka pintu rumah. “Walaikumsalam”seluruh keluarga menjawab. “Bapak bawakan kalian oleh-oleh, alhamdulilah hari ini bapak dapat rejeki” tersenyum. “Alhammdulilah ya pak!” seru ibu. “Rina juga senang bu, kita sudah tidak lagi kelaparan, Nana kasihan sama adik-adik yang sering nangis”. “Ya, nak maafkan ibu dan bapak ya” ibu berkaca-kaca. “Tapi sekarang walaupun kita masih hidup dalam kemiskinan yang  terpenting kita tidak kelaparan karena ibu dan bapak bekerja”. “Ya, Nana tahu tapi kenapa ibu jadi sering pulang larut malam, Nana khawatir bu sama keadaan ibu dan adik- adik” cemas Nana. “Ya nak, ibu mengerti tapi itulah pekerjaan ibu nak!”. “Ibu bekerja apa? Dimana?”. “Sudahlah Na yang penting pekerjaan ibu halal!”. “Sudah…sudah, oya kita semua shalat dulu lalu kita makan sama-sama bapak sudah bawakan kalian tempe bacem”.”Asyik……!” seru Anto.
Selama 3 minggu Nana belajar dengan rajin karena minggu depan adalah pertandingannya, selama itu juga Rina melihat perubahan dirumahnya, makanan selalu tersedia tidak lagi kelaparan, bapak semangat bekerja, ibu bapak membelikan baju baru dan sekarang yang membuatku bersemangat sekolah karena melihat ibu bekerja yang selalu pulang sore. Jika sudah besar nanti saya tidak akan membiarkan ibu bekerja dan meneteskan keringat sedikitpun.
 “Nak, makan dulu biar gak sakit” nasehat ibu.”Baik bu” jawab Nana.” Bapak dan adik- adikmu sudah makan duluan sekarang mereka sedang pergi ke pasar membeli buku buat Anto!”. “Ya…bu! bu……apakah ibu tidak cape bekerja seharian berangkat pagi dan pulang larut malam setiap hari?” Tanya Nana. Mengusap kepala Nana”demi kalian ibu tidak akan pernah merasa cape!”. “Terimakasih Bu! Nana janji akan berbakti pada ibu!”. “Baguslah… itu yang ibu harapkan kalian menjadi orang gede dan tetap rendah diri”.
Hari ini adalah perlombaan yang harus dihadapi Nana untuk mendapatkan beasiswa sekolah selama di SMP dari Yayasan Peduli Bangsa. Dengan lawan yang cerdas-cerdas dari 29 sekolah dasar lainnya. Dengan wajah berseri dan selalu mengumandangkan salawat Rina menyiapkan diri untuk pergi ke perlombaan itu. Pagi-pagi buta Rina bangun menunaikan shalat Subuh dan membantu ibu di dapur. Rina sadar walaupun ia akan ikut lomba bukan berarti melupakan kewajibannya membantu ibu di rumah. Jam eman pagi Nana berangkat karena acara dimulai jam setengah delapan, jarak tempat perlombaan dan rumah Rina cukup jauh. Ia, teman-teman dan guru berangkat dengan menggunakan mobil yang di sewa sekolah jadi ia harus menuju sekolah dahulu. Nanapun tahu, setelah anak-anaknya berangkat sekolah baru ibu dan kedua adiknya keluar dari rumah untuk bekerja.
“Bu, Nana pamit dulu! Doakan Nana ya bu?” mencium tangan dan memeluk ibu.“Ibu selalu mendoakan kamu nak semoga kamu dapat meraih cita- citamu dan menjadi orang, tidak seperti ibu bapakmu, Na!” menitikkan air mata. “Nana berangkat ya bu…..Assalamualaikum!”. Walaikumsalam, jangan lupa berdoa ya nak!”.
Dalam ruangan perlombaan di Kecamatan sangat menegangkan. Setiap pertanyaan yang diberikan juri membuat guru- guru dari semua sekolah menegang dan tidak hanya itu teman-teman peserta lombapun ikut panik serta terus menyemangati teman mereka. Perlombaan berlangsung hingga sore hari pukul lima sore. Dengan perjuangan, doa dan usaha akhirnya Rina Pratami dapat memenangkan perlombaan itu menjadi juara pertama dan berhak mendapatkan tropi yang akan disumbangkannya ke sekolah, biaya sekolah selama tiga tahun serta uang pembinaan sebesar sepuluh juta rupiah . Akhirnya Nana yang merupakan anak biasa saja bisa menjadi juara.
Ketika penyerahan tropi dari pihak panitia pada Rina, terjadi keributan diluar ruangan dan terdengar jeritan seorang ibu memanggil- manggil Rina. Akan tetapi dengan pakaiannya yang kumel, dekil dan kotor tidak diizinkan masuk oleh penjaga.
“Nana …anakku kamu memang anak sholeha nak! Selamat ya, ibu selalu mendoakanmu nak!” pengemis berteriak. “Lihat pak, ada pengemis ngintip- ngintip jendela jangan- jangan mau ngemis di dalam!”  penjaga 1 menunjuk pengemis. “Waduh gawat bisa- bisa kita yang kena semprot!”  Penjaga 2 berlari menuju pengemis. “Pergi sana…..dasar pengemis!” ujar penjaga 1. “ini ada uang Rp.5000,- sana ambil lalu pergi!” kata penjaga 2. “Tidak pak, saya tidak ingin uang itu saya ingin melihat anak saya! lihat dia menjadi juara!” pengemis menunjuk ke dalam sambil menangis”. “Saya bilang pergi ya pergi! cepat pergi dari sini jangan sampai saya bawa kamu ke polisi!” penjaga 1 mengancam.
Mendengar kegaduhan diluar semua orang yang ada di dalam ruangan itu keluar dan menyaksikan apa yang terjadi diluar. Begitu pula dengan Rina sang juara, ketika melihat sesosok ibu yang berpakaian kumel dengan menggendong anak balitannya dan memegang tangan seorang anak berumur lima tahun Rina langsung menangis dan  seketika itu ia memeluk pengemis itu. Ternyata pengemis itu adalah ibunya. Ibu yang selama ini bekerja untuk menghidupi anak- anaknya ternyata mencari nafkah sebagai pengemis. Oh…. ibu kau sungguh mulia demi anak- anakmu kau merendahkan dirimu mecari sesuap nasi.

Jurnal

PELAYANAN PENDIDIKAN YANG BERKUALITAS DAPAT MENGEMBANGKAN POTENSI PESERTA DIDIK SECARA MAKSIMAL

Keberhasilan pembangunan pendidikan nasional ditentukan oleh kualitas gurunya serta perangkat sekolah yang bertindak sebagai sumber daya manusia, sebagai roda penggerak tingkat keberhasilan pembangunan, sekolah dalam hal ini termsuk perangkat sistemdi dalamnya adalah merupakan pengambil keputusan, penentu kebijakan, perancang, pemikir, perencana juga pelaksana terdepan sebagai pelaku control segaligus pengamat serta pengawas pembangunan dalam bidang pendidikan. Mengingat keberadaan sumber daya manusia merupakan syarat utama bagi keberhasilan pembangunan pendidikan dewasa ini, sehingga kualitas pendidikan harus mendapat perhatian khusus dari pemerintah secara terus-menerus dan berkesinambungan sehingga dapat mengimbangi kemajuan dunia ilmu pengetahuan dan teknologi yang sejalan dengan perkembangan pembangunan nasional yang tengah di rintis pada saat ini, dimana pendidikan itu akan berarti apabila pendidikan yang bersangkutan memiliki system yang berkualitas serta relevan dengan pembangunan dewasa ini, mengingat hal tersebut maka dalam rangka peningkatan kualitas sumber daya manusia secara menyeluruh dan berlangsung secara terus menerus, yang tentu saja tidak lepas dari arah kebijakan pemerintah dengan strategi pengembangan yang sudah sedemikian rupa di rancang sehingga peningkatan kualitas pendidikan merupakan kebijakan dan program yang harus dilaksanakan secara optimal.
Pada dasarnya peningkatan mutu pendidikan harus dimulai dengan peningkatan mutu pendidikan pada sekolah dasar, mengingat pendidikan sekilah dasar merupakan pondasi untuk pengembangan ke jenjang pendidikan menengah pertama juga pada jenjang pendidikan selanjutnya, akan lebih sempurnalagi apabila orang tuaberinisiatif menyekolahkan anak-anaknya yang dimulai dari pendidikan taman kanak-kanak, maka akan lebih efektiflagi dalam pengembangannya ketika peserta didik berada pada pendidikan dasar. Jenjang pendidikan dasar pada sekolah dasar merupakan bentuksatuan pendidikan yang sangat urgen keberadaannya, dalam hal ini seorang anak tanpa menempuh sekolah pendidikan dasar maka yang bersangkutan tidak akan bias melanjutkan ke jenjang pendidikan menengah pertama apalagi pada jenjang pendidikan setingkat diatasnya. Keberhasilan peserta didik dalam menempuh pendidikan pada jenjang pendidikan selanjutnya sangatlah ditentukan oleh standar kompetensi pada jenjang pendidikan dasar, dengan demikian jelas, pemerintah dalam hal ini harus benar-benar jeli dan tanggap, agar senantiasa melakukan terobosan-terobosan untuk mengembangkan kompetensi yang harus dikuasai oleh guru sekolah dasar, hal ini dimaksudkan agar cita-cita yang ingin di capai untuk peningkatan mutu pendidikan dapat terwujud sesuai yang tertuang di dalam tujuan pendidikan nasional. 
Berkaitan dengan peningkatan kualitas pendidikan pada jenjang pendidikan sekolah dasar yang merupakan standar priritas untuk tingkat keberhasilan peserta didik pada jenjang pendidikan menengah pertama juga menengah atas, ada dua hal yang harus dilaksanakan yang merupakan langkah yang harus dilaksanakan yaitu, sebagai langkah pertama adalah subtansi peningkatan mutu pendidikan dan langkah berikutnya adalah strategi peningkatan mutu pendidikan, yang lebih dipokuskan kepada pol dan strategi pengembangan sekolah dasar secara menyeluruh, selanjutnya dalam peningkatan mutu pendidikan harus dipusatkan kepada pembinaan kegiatan belajar mengajar dalam berbagai komponen pendukungnya yaitu profesionalisme guru, sarana dan prasarana belajar, manajemen pendidikan, penampilan dan fisik sekolah, serta partisipasi masyarakat.

Langkah mencapai hidup lebih baik

Enam langkah mencapai hidup lebih baik :
1. Jangan pernah membenci
2. Hidup sederhana
3. Berharap dari yang paling kecil
4.Banyak memberi
5. Hidup dengan kasih sayang
6. Selalu bersama Allah

Hasil diskusi makalah sarana berfikir ilmiah



Pertanyaan dan jawaban dari Makalah Sarana Berfikir Ilmiah

11.      Apa yang dimaksud dengan sarana berpikir ilmiah ?
Jawab: Sarana ilmiah pada dasarnya merupakan alat yang membantu kegiatan ilmiah dalam berbagai langkah yang harus ditempuh. Sarana ilmiah merupakan suatu alat, dengan alat ini manusia melaksanakan kegiatan ilmiah. Pada saat manusia melakukan tahapan kegiatan ilmiah diperlukan alat berpikir yang sesuai dengan tahapan tersebut. Manusia mampu mengembangkan pengetahuannya karena manusia berpikir mengikuti kerangka berpikir ilmiah dan menggunakan alat-alat berpikir yang benar.
22.      Mengapa bahasa, logika, matematika dan statistika dijadikan sebagai sarana berpikir ilmiah ?
Jawab: Sarana berpikir ilmiah berupa bahasa sebagai alat komunikasi verbal untuk menyampaikan jalan pikiran kepada orang lain, logika sebagai alat berpikir agar sesuai dengan aturan berpikir sehingga dapat diterima kebenarannya oleh orang lain, matematika berperan dalam pola berpikir deduktif sehingga orang lain dapat mengikuti dan melacak kembali proses berpikir untuk menemukan kebenarannya, dan statistika berperan dalam pola berpikir induktif untuk mencari kebenaran secara umum.
33.      Apa fungsi mempelajari sarana berpikir ilmiah ?
Jawab: Fungsi mempelajari sarana berpikir ilmiah adalah sebagai alat bantu untuk mencapai tujuan dalam kaitan kegiatan ilmiah secara keseluruhan. Dalam hal ini berpikir ilmiah merupakan alat bagi cabang-cabang ilmu untuk mengembangkan materi pengetahuannya berdasarkan metode ilmiah.

44.      Apa tujuan mempelajari sarana berpikir ilmiah ?
Jawab: Tujuan mempelajari sarana ilmiah adalah agar dapat melakukan kegiatan penelaahan ilmiah. Untuk memaksimalkan kemampuan manusia dalam berpikir menurut kerangka berpikir yang  benar maka diperlukan pengetahuan tentang sarana berpikir ilmiah dengan baik pula.
55.      Apa kelebihan dan kekurangan matematika dalam sarana berpikir ilmiah ?
Jawab:
-          Kelebihan matematika adalah: tidak memiliki unsur emotif dan bahasa matematika sangat universal.
-          Kelemahan dari matematika adalah bahwa matematika tidak mengandung bahasa emosional (tidak mengandung estetika) artinya bahwa matematika penuh dengan simbol yang bersifat artifersial dan berlaku dimana saja.

Ciri Manusia yang berbeda dengan Makhluk lain

Ciri Manusia yang berbeda dengan Makhluk lain diantaranya:
1. Akal (Rasio)
2. Aceg (Konsisten)
3. Luwes (Fleksibel)